Kamis, 07 April 2011

Alangkah Lucunya Negeri ini ,,

  • Sutradara : Deddy Mizwar
  • Co Sutradara : Aria Kusumadewa
  • Pemain : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asruh Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia
  • Penulis : Musfar Yasin
  • Produksi : Citra Sinema

                 Muluk, sarjana Manajemen, tak pernah putus asa mencari kerja meski selalu gagal mendapatkannya. Muluk tak pernah bosan masuk kantor/perusahaan untuk melamar dengan semangatnya, meski keluar dengan membawa kekecewaan. Kekecewaan itu menjadi kekesalan ketika memergoki seorang anak remaja tanggung yang seenaknya mencopet seorang lelaki tua. Muluk menyergap pencopet itu sambil mengancam akan melaporkannya kepada polisi.
               Akan tetapi pertemuan dengan pencopet bernama Komet itu, ternyata membuka peluang pekerjaan bagi MULUK. Komet membawa Muluk ke markasnya, dan berkenalan dengan bos-nya bernama Jarot. Di sana ternyata berkumpul anak-anak seusia Komet, yang kerjanya hanya mencopet. Mereka terbagi tiga kelompok: copet mall, copet pasar dan copet angkot.
Muluk menawarkan ilmu manajemen yang dikuasainya untuk mengelola keuangan para pencopet, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu. Dengan uang yang dikelolanya, Muluk membuat program untuk mendidik para pencopet agar kelak tidak lagi mencopet.
Muluk dibantu dua rekannya, yaitu Samsul (sarjana pendidikan) yang kerjanya cuma main gaple di pos ronda dan Pipit (juga sarjana/D3) yang kerjanya cuma mengikuti kuis di TV. Mereka memberikan pelajaran agama, budi pekerti, dan kewarganegaraan kepada para pencopet.
             Ayah Muluk, Pak Makbul senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, seperti pengakuan Muluk, bekerja di bagian SDM (Sumber Daya Manusia).Saking senangnya, Pak Makbul memberitahu kepada Haji Sarbini, ayah Rahma, calon besannya. Demikian juga Haji Rahmat, ayah Pipit, senang pula melihat anaknya sudah dapat pekerjaan dan tidak lagi hanya mengharapkan imbalan dari kuis di TV.
Suatu saat, alangkah terkejutnya Pak Makbul, Haji Sarbini dan Haji Rahman ketika mengetahui bahwa anak-anaknya mendapat gaji dari hasil mencopet. Mereka sangat kecewa, dan mereka menangis di Mushola mohon ampun.

Cerita ini menginspirasi kita untuk menjadi manusia baik dimanapun dan appun cobaan nyaa :)
tetap semangat kawan ,,
kitaa pastii bisaa !!

Rumah Tanpa Jendela



Film Terbaru RUMAH TANPA JENDELA mengisahkan persahabatan tulus antara Rara dan Aldo . Rara yang ingin memiliki jendela di rumah kumuhnya, selalu percaya bahwa suatu saat keinginannya akan terkabul. Sementara Aldo, anak berkebutuhan khusus, yang membutuhkan teman yang mengerti dirinya.

Rara, tinggal berdua dengan Ayahnya dan Neneknya . Di sepetak rumah di kawasan kumuh pemulung. Rumahnya tanpa jendela, karena rumah yg di miliki itu harus siap digusur kapan saja. Impiannya mendapat udara segar di pagi hari dan menatap bulan sebelum tidur tetap menhantuinya. Sementara Budhe Asih kakak ayahnya memilih meninggalkan rumah tersebut dan menjadi WTS.

Tanpa sengaja, saat menjadi ojek payung, Rara bertemu dengan Aldo. Di tempat kursus melukis, Rara melihat lukisan rumah Aldo yang banyak jendela. Tertarik dengan gambarnya, Rara sengaja menunggu Aldo keluar. Sambil menawarkan ojek payung, Rara mengungkapkan kakagumannya pada gambar Aldo. Malang, setelah menerima bayaran ojek, Rara kecelakaan. Bersama dengan Neneknya . Aldo membawa Rara ke rumah sakit dan mengantarnya pulang.

Di gubuk itulah, Aldo menemukan banyak teman. Di sana ia juga melihat rumah singgah Rara. Melihat teman-teman Rara yang tulus menjenguk, Aldo merasa nyaman. Ia senang berteman dengan mereka. Selain menyumbang banyak buku, Aldo juga mengajak Rara dan teman-temannya bersenang-senang di rumahnya. Orangtuanya yang sibuk nyaris tidak memperhatikan Aldo.

Saat pesta ulang tahun kakak perempuannya, Aldo membuat kejutan dengan menari di panggung bersama Rara dan teman-temannya. Ternyata hal itu justru membuat kakaknya malu. Aldo sedih sekali saat kakaknya menyebut dirinya aneh. Sementara pada malam yang sama saat pesta berlangsung ayah Rara mendapatkan kusen jendela bekas. Neneknya yang sendirian di rumah, batuk berdarah, hingga tak sadar saat menyalakan kompor, rumahnya terbakar. Dua sahabat yang dirundung kemalangan, saling menguatkan mengatasi keadaan. Berdua mereka kabur dan membuat semua keluarga bingung.

Terkadang kita tak menyadari bahwa yang kita miliki adalah yang paling berharga dalam diri kita. Film ini memiliki cerita yang kuat dan nyaris sempurna karena semua scene terhubung dengan baik. Lagu-lagu dan polah polos anak-anak dalam setiap drama musikal yang muncul menambah keindahan dalam film ini. Alur yang dibawa film ini juga tertata dnegan baik, sehingga bisa menjaga emosi penonton sampai akhir. Untuk film keluarga, film ini sangat layak Anda tonton bersama dengan seluruh anggota keluarga. Karena pesan yang disampaikan selain kuat juga mudah dipahami.

Genre : Drama Musikal
Pemain : Dwi Tasya
              Emir Mahira
              Raffi Ahamad
              Yuni Shara
              Inggrid Wijarnako
Jadwal Tayang : -
Sutradara : Aditya Gumay
Produser : Adenin Adlan dan DR. Seto Mulyadi
Produksi : Smaradhana Pro
Durasi : -